Labels

Thursday, 1 May 2014

Ekologi Umum


LAPORAN PRAKTIKUM
EKOLOGI UMUM



PERCOBAAN I

KORELASI ANTARA PANJANG DAN BERAT



NAMA                        : FITRIANI LAYUKAN

NIM                             : H41112010

KELOMPOK             : V (LIMA) A

HARI/TANGGAL    : KAMIS/21 MARET 2013

ASISTEN                   :  ANWAR

                                                    YUSRIANI




Add caption
 











LABORATORIUM ILMU LINGKUNGAN DAN KELAUTAN
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN

I.1        Latar Belakang        
            Percobaan-percobaan yang dilakukan dalam ilmu biologi, mencakup benda-benda hidup. Tidak ada organisme yang satu spesies sama persis. Keragaman yang ada merupakan ciri-ciri dari makhluk hidup dan merupakan dasar terbentuknya evolusi. Setiap organisme di alam mengalami perkembangan dan pertumbuhan, Pertumbuhan itu merupakan peningkatan ukuran organisme sebagai akibat dari pertambahan jumlah sel, volume, ukuran dan banyak matriks intraselluler selnya. Pertumbuhan mangakibatkan pertambahan panjang,lebar, diameter dan pertambahan berat organisme (Subardi, 2009).
            Pertumbuhan yang kita kenal pada dasarnya ada 3 macam yaitu pertumbuhan allometrik, pertumbuhan determinan (pada hewan) dan pertumbuhan intermediate (pada tumbuhan) (Umar, 2007)
            Keanekaragaman makhluk hidup mendorong manusia untuk melakukan penelitian yang lebih banyak lagi. Salah satu cabang ilmu biologi yang memerlukan penelitian yang lebih banyak lagi adalah ekologi. Dalam ilmu ekologi melakukan penelitian dan pengamatan dalam pengambilan sampel dan data secara acak. Setiap organisme memiliki ukuran tertentu yang ditentukan oleh beberapa faktor. Dalam percobaan ini akan dipelajari bagaimana cara mengukur dan menimbang biji serta korelasi antara factor-faktor yang mempengaruhi berat serta ukurannya. Berdasarkan hal-hal tersebut maka percobaan ini dilakukan (Santoso, 2007).

I.2        Tujuan Percobaan
            Tujuan dari percobaan ini yaitu:
1.                  Untuk mengetahui apakah ada hubungan korelasi antara pamjang dengan pertambahan berat dari suatu sampel yang diukur.
2.                  Mengenalkan dan melatih mahasiswa dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan parameter fisik dalam lingkungan.

I.3        Waktu dan Tempat
            Percobaan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2013, pukul 14.00 WITA-17.00 WITA di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.














BAB II
         TINJAUAN PUSTAKA

Korelasi ialah suatu keterkaitan yang bisa ditangkap dari perbandingan dua proporsi yang masing-masing proporsi mengandung 2 kriteria yang salah satu kriteria disebutkan dalam kedua proporsi tersebut (Santoso, 2007).
Koefisien korelasi merupakan alat statistic yang penting jika diterapkan pada situasi yang tepat. Harus diingat bahwa koefisien korelasi semata-mata menunjukkan keberadaan dan ketidak beradaan sebuah hubungan apakah positif atau negative antara dua variable. Hal itu seyogyanya tidak disimpulkan bahwa ini berarti sebuah variable adalah penyebab langsung dari yang lain. Bila koefisien korelasi semata-mata digunakan sebagai penunjuk pada beberapa proses hubungan antara dua variable, maka akan berguna bukannya menyesatkan. Ide koefisien korelasi dapat diperluas pada setiap jumlah variable (Resosoedarmo, 1990).
            Korelasi terbagi atas (Santoso, 2007) :
1.      Korelasi Positif
            Misalkan terdapat sebuah populasi yang anggotanya mengandung suatu kriteria P dan beberapa anggota juga memiliki kriteria Q. Maka, pada populasi tersebut P berkorelasi positif dengan Q jika proporsi Q dalam P bernilai lebih besar daripada proporsi Q dalam non-P. Atau sebaliknya, proporsi P dalam Q lebih besar dari proporsi P dalam non-Q. Sebagai contoh, berdasarkan penelitian yang dilakukan produsen sabun A di sebuah toko B kepada 100 orang pengunjung, 30 orang membeli sabun, 10 diantaranya telah mengingat iklan terbaru sabun A. Sedangkan dari yang tidak membeli, 12 orang diantaranya telah mengingat iklan sabun tersebut. Dari contoh ini, terdapat suatu korelasi positif  karena proporsi dari kriteria yang mengingat iklan dan membeli sabun (33%) lebih besar daripada proporsi yang mengingat iklan dan tidak membeli sabun (17%).
2.      Korelasi Negatif dan Tidak Berkorelasi
            Suatu korelasi negatif atau malah tidak ada korelasi antara dua proporsi, jika merujuk pada kasus pembelian dan iklan sabun di atas, korelasi negatif terjadi jika proporsi dari kriteria yang mengingat dan membeli sabun lebih kecil daripada proporsi yang mengingat iklan dan tidak membeli sabun. Sedangkan kasus yang tidak berkolerasi bisa terjadi jika kedua proporsi tersebut memiliki tingkat proporsi yang sama (equal). Koefisien korelasi adalah suatu angka indeks, bukan sebuah pengukuran pada sebuah skala linear dengan satuan-satuan yang sama. Selanjutnya, korelasi adalah selalu relative terhadap situasi dimana itu dicapai, dan sekiranya diinterpretasi dalam kondisi lingkungannya dan sangat jarang dalam arti yang absolute (Resosodarmo, 1990).
            Logaritma bernilai sangat penting dalam studi-studi ekologi, karena perkiraan perbandingan lebih sering daripada perkiraan angka sesungguhnya. Hal ini terjadi karena perbandingan lebih berarti daripada angka sesungguhnya sebagai contoh, dalam sebuah percobaan pada suhu yang dapat diterima oleh ikan, adalah masuk akal bila menyatakan bahwa 20% ikan mati pada suhu 35 derajat Celsius daripada menyatakan bahwa 20 ekor ikan mati. Angka ini tidak mempunyai arti, kecuali jumlah total ikan yang digunakan dalam percobaan juga ditentukan. Jadi perbandingan angka lebih menguntungkan daripada angka sesungguhnya (Odum,1993).
Sampel yang dikumpulkan dalam suatu penelitian harus data yang benar, dan cara pengumpulan (sampling) data tersebut harus dilakukan dengan benar dan mengikuti metode dan tata cara yang benar sehingga kesimpulan hasil penelitian yang dapat dipercaya. Prosedur pengambilan sampel yang menghasilkan kesimpulan terhadap populasi yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dikatakan berbias. Untuk menghilangkan kemungkinan bias ini maka sampel harus diambil berdasarkan  prosedur khusus khusus (Spesific procedures). Ada berbagai prosedur untuk memilih sampel, antara lain (Soewarno, 1991) :
1.      Pemilihan acak (random selection), berdasarkan ketentuan bahwa setiap pengukuran dilakukan secara terpisah dan masing-masing data yang diukur mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
2.      Pemilihan sengaja (purposive selection), pemilihan sampel yang dilakukan secara sengaja dan sepenuhnya dengan kesengajaan oleh pengambil sampel.
            Pemilihan sampel data hidrologi yang dilakukan secara acak berdasarkan ketentuan bahwa setiap pengukuran dilakukan secara terpisah dan masing-masing data yang diukur mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Prosedur pemilihan sampel secara acak adalah yang paling sering dilakukan oleh para peneliti di bidang hidrologi (Soewarno, 1995).
Ada beberapa tipe pemilihan acak, empat diantaranya disampaikan secara ringkas sebagai berikut (Soewarno, 1995):
1.     Pemilihan acak sederhana (Simple Random Sampling)                            Pemilihan sejumlahsampel(n)buah dilakukan dengan menggunakan suatu alat mekanik (misal: mata uang, dadu, kartu) atau dengan menggunakan tabel yaitu tabel bilangan random (Random digit table). Sebuah sampel yang terdiri dari unsur-unsur yang dipilih dari populasi dianggap cocok, dengan ketentuan bahwa setiap unsure yang terdapat dalam populasi tersebut mempunyai peluang yang sama untuk dipilih. Pemilihan yang bersifat acak akan memberikan hasil yang memuaskan bila populasi darimana asal sampel tersebut dipilih benar-benar bersifat sama jenis atau homogeny.
2.     Pemilihan acak berangkai (Random Serial Sampling)
       Pemilihan sampel ditentukan dengan cara membagi populasi berdasarkan interval tertentu. Apabila dalam pemilihan sampel ternyata populasinya terdiri dari bermacam-macam jenis (heterogen), maka populasi tersebut harus dibagi ke dalam beberapa stratum dan sampelnya dipilih secara acak dari tiap stratum. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk :
1.                Menganalisa setiap populasi yang lebih homogenya secara terpisah.
2.                Meningkatkan ketelitian dalam pengambilan keputusan seluruh populasi.
            Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur. Sedang perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel. Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda (Hamid, 2012).
Perkembangan meliputi 3 proses yaitu morfogenesis, diferensiasi dan pertumbuhan. Pertumbuhan itu sendiri merupakan peningkatan ukuran organisme sebagai akibat dari pertambahan (pembelahan) jumlah sel, volume, ukuran, dan banyaknya matriks intraseluler selnya. Akibat dari pertumbuhan adalah terjadinya pertambahan panjang, lebar, diameter dan dengan secara pasti akan diikuti oleh pertambahan berat organisme (Umar, 2012).
Pertumbuhan pada dasarnya  ada 3 macam (Umar, 2012) yaitu:
a.   Pertumbuhan allometrik yaitu variasi pertumbuhan relatif pada berbagai bagian tubuh yang membantu memberi bentuk organisme.
b.   Pertumbuhan determinan yaitu pertumbuhan organisme yang akan berhenti tumbuh setelah mencapai ukuran tertentu. Ini umumnya merupakan cirri khas dari hewan.
c.    Pertumbuhan intermediet yaitu pertumbuhan organisme yang terus bertumbuh selama masih hidup. Ini umumnya merupakan ciri khas dari tumbuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (Hadi, 2008) yaitu :
a.       Faktor internal
1.     Gen
Ukuran, bentuk, dan kecepatan tumbuh dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam skromosom. Gen-gen tersebut diariskan dari induk tumbuhan kepada keturunannya. Gen-gen tersebut akan mengatur pola dan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
2.     Hormon
Hormon berasal dari bahasa Yunani hormalin yang berarti penggiat. Hormon tumbuhan disebut fitohormon. Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan tumbuhan. Hormon juga dikenal sebagai zat tumbuh.
b.      Faktor eksternal
1.     Air dan Mineral
Tumbuhan memerlukan air dan mineral untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh akar. Air berfungsi sebagai pelarut dan untuk fotosintesis. Mineral seperti karbon, nitrogen, fosfat, kalsium, dan magnesium berguna sebagai bahan pembangun tubuh tumbuhan.
2.      Kelembapan
Kelembapan menunjukkan kandungan air di tanah dan udara. Bila kelembapan rsendah, transpirasi akan meningkat sehingga penyerapan air dan mineral semakin banyak. Keadaan ini dapat memacu laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
3.     Cahaya
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam proses fotosintesis. Proses ini menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk mendapatkan energi dan membangun tubuh.
4.      Metagenesis
Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan  (metagenesis). Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit. Fase gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet haploid. Fase sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan spora. Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot.
Teknik korelasi merupakan teknik analisis yang melihat kecenderungan pola dalam satu variabel berdasarkan kecenderungan pola dalam variabel yang lain. Maksudnya, ketika satu variabel memiliki kecenderungan untuk naik maka kita melihat kecenderungan dalam variabel yang lain apakah juga naik atau turun atau tidak menentu. Jika kecenderungan dalam satu variabel selalu diikuti oleh kecenderungan dalam variabel lain, kita dapat mengatakan bahwa kedua variabel ini memiliki hubungan atau korelasi (Ayu, 2009).
            Hubungan panjang dan berat merupakan pengetahuan yang signifikan untuk pengelolaan suatu sampel. Dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kondisi suatu sampel yang diamati, analisa hubungan panjang dan berat dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu secara individual atau kelompok-kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, perkembangan, dan sebagainya. Hubungan panjang dan berat adalah faktor kondisi secara sistematis  mempunyai nilai praktis karena dapat digunakan untuk mengkonversi panjang ke berat atau berat ke panjang (Manik, 2009).



BAB III
METODE PEROBAAN

III.1     Alat
            Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah jangka sorong (0,05 mm), neraca OHAUS (0,01 gram), penggaris, spidol, kalkulator, neraca digital, dan kantung plastik.

III.2     Bahan
            Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah kertas grafik, biji nangka Artocarpus heterophyllus sebanyak 15 buah dan biji salak Zalacca edulis
15 buah.

III.3     Cara Kerja
            Cara kerja pada percobaan ini adalah:
1.         Kertas grafik dibagi menjadi 15 bagian dengan cara digambar berbentuk kotak dengan spidol, panjang dibagi 10 dan lebar dibagi 5. Kemudian, setiap kotak diberi nomor mulai nomor 1 hingga 15.
2.         Biji yang telah tersedia diambil secara acak sebanyak 15 biji, kemudian diletakkan pada kotak yang telah dibuat pada kertas grafik tadi.
3.         Panjang tiap biji diukur menggunakan jangka sorong, kemudian hasilnya ditulis (mm) pada kotak dikertas grafik yang sesuai dengan nomor kotak dimana biji itu diambil, kemudian letakkan kembali biji tersebut di kotak semula.
4.         Satu persatu biji yang sudah diketahui panjangnya ditimbang secara acak dan catat beratnya serta dikembalikan pada kotak yang sesuai.
5.         Untuk perhitungan analisis data dan lain-lain digunakan data dari dua kelompok perhitungan dari masing-masing kelompok.























DAFTAR PUSTAKA



Ayu, R. D., 2011. Hubungan Korelasi antar Panjang dan Berat. http//www.blogspot.com/, diakses pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2013, pukul 21.20 WITA, Makassar.

Hadi, S., 2008. Pertumbuhan dan Perkembangan. http//www.indokristi.com/, diakses pada hari Kamis, tanggal 21 Maret 2012, pukul 21.30 WITA, Makassar.

Hamid, F., 2012. Perkembangan. http//www.wordpress.com/, diakses pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2012,  pukul 21.00 WITA, Makassar.

Odum, E. P., 1998. Dasar-Dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Resosoedarmo, S.,  1990. Pengantar  Ekologi. PT. Remaja Rosdikarya, Bandung.
Santoso, A., 2007. Kolerasi. http//www.wikipedia.com/, diakses pada hari Sabtu, tanggal 23 Maret 2013,  pukul 21.10 WITA, Makassar.

Soewarno., 1991.  Hidrologi Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisis Data. Novas, Bandung.

Ekum


Thursday, 16 January 2014

Istilah dalam Bahasa Korea

Label: All About Korea


  • maknae : sebutan untuk yang paling muda dalam anggota
  • Saranghae : ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa korea
  • Mianhae : ‘maaf’ dalam bahasa korea
  • kamsahamnida / komawo : ‘terima kasih’ dalam bahasa korea
  • Yeoja : ‘perempuan’ dalam bahasa korea
  • Namja : ‘laki-laki’ dalam bahasa korea
  • chingu : ‘teman’ dalam bahasa korea
  • Yeoja-chingu : ‘pacar perempuan’ dalam bahasa korea
  • Namja-chingu : ‘pacar laki-laki’ dalam bahasa korea
  • Halmeoni : ‘nenek’ dalam bahasa korea
  • Harabeoji : ‘Kakek’ dalam bahasa korea
  • eomma : ‘mama’ dalam bahasa korea
  • appa : ‘papa’ dalam bahasa korea
  • ajusshi : ‘paman’ dalam bahasa korea
  • ajumma : ‘bibi’ dalam bahasa korea
  • Hyung : ‘kakak laki-laki’ dalam bahasa korea (bila yang mengucapkan adalah laki-laki)
  • Nunna : ‘kakak perempuan’ dalam bahasa korea (bila yang mengucapkan adalah laki-laki)
  • Oppa : ‘kakak laki-laki’ dalam bahasa korea (bila yang mengucapkan adalah perempuan)
  • Eonni : ‘kakak perempuan’ dalam bahasa korea (bila yang mengucapkan adalah perempuan)
  • Dongsaeng : ‘adik’ dalam bahasa korea
  • Yeo-Dongsaeng : ‘adik perempuan’ dalam bahasa korea
  • Namja-Dongsaeng : ‘adik laki-laki’ dalam bahasa korea
  • Netizen : ‘Internet Citizens’ orang yang merupakan bagian dari komunitas internet.
  • MV : Music Video
  • CF : Commercial Films
  • Biasanya orang korea manggil pacarnya “chagi” / “chagi~ah”
  • Cyworld : tempat dimana member suju dan elf bisa berinteraksi lewat dunia maya
  • antis / AF : kebalikan dari fans (Anti-Fans) ,, orang2 yang ga suka dengan artis tsb
  • Hallo = annyeong haseyo? (안녕하세요?)
  • Maaf = mian (미안), mianhe (미안해), mianhanda (미안한다)
  • Terima kasih = gomawo (고마워) atau kamsahamnida (감사합니다)
  • Sama-sama = cheonmaneyo ( 천마네요)
  • Nama saya _____ = Chonun _____ imnida (저는 _____ 입니다)
  • Saya = Naneun (나는)  
    • Korean’s Slang#1
    1. 됐거든(dwaegeoneun)
    Tolong jgn bicara lagi(digunakan untuk menunjukan kamu sdh cape mendengarkan penjelasan seseorang)
    2. 너무 감격해서 눈물이 난다.(nomu kamkyeokhaeso nunmuri nanda)
    menyentuh banget, sampe mau nangis.
    3. 당근이지.(dangguniji)
    Gw berani taruhan/ yakin banget
    4. 내성질 건드리지 마.(nae seongjil geondeurijima)
    Jangan bikin gw grogi
    5. 그래 니 팔뚝 (또는 니 X) 굵다.(geurae ni phildduk (ddoneun ni X) gulgda)
    betul, lo orangnya!
    6. 니가 나한테 어떻게 그럴 수 있니?(niga nahante eotteohke geureol su ini?)
    bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?
    7. 놀구 있네~~ 삽질 하네~~(nolgu itne ~~ sabjil hane~~)
    ya, betul
    8. (문제의 답 등이) 너무쉽네/애걔(걔) 그게다야? ((munjei dabdeungi) nomu suibne/aegyae(gyae) geugedaya?)
    Cuma ini? Ini saja?
    9. 미안해 할 것까지는 없어.(mianhae hal gotkkajineun obso)
    gak ada yg perlu dimaafkan.
    10. 너 정말 치사하다.(no chongmal ch’isahada)
    murahan lo!
    11. 이 짓이 지겨워 죽겠어.(I jit I jigeowo jugetseo)
    ini menyebalkan!
    12. 야, 친구 좋다는 게 뭐야? (ya, ch’ingu chodaneun ge mwoya?)
    ayolah, kita temankan?
    13. 두고보자.(dugoboji)
    tunggu aja!
    14. 내가 만만하게 보여?( naega manmanhake boyeo?)
    apa gw kelihatan murahan?
    15. 몸이 찌뿌둥하다 (momi jjibudunghada)
    gw capek banget
    16. 오해 하지 마세요.(ohae hajimaseyo)
    jangan salahkan aku
    17. 니 맘대로 하세요.(ni mamdaero haseyo)
    dibikin enak aja
    18. 배째(baejjae)
    tuntut gw!
    19. 쟤는 날라리야.(jaeneun nallariya)
    dia itu playboy
    20. 야~~. 신난다.(ya~~, sinnanda)
    yah, ini menyenangkan
    21. 네게 섭섭하다.(nege seobseobhada)
    gw kecewa sama lo
    22. 이 엄살쟁이.(I eomsaljaengi)
    kamu kekanakan
    23. 내숭 떨지마.(naesung ddeoljima)
    jangan sok lugu!
    24. 쪽 팔리는 줄 좀 알아라.(jjok phallineun jul jom arara)
    terlalu kamu!
    25. 아까워라!(akkawara!)
    sia-sia aja!(gak ada manfaatnya/Cuma buang2 waktu)
    26. 꿈 깨(kkumkkae)
    yang bener aja!
    27. 우리 그냥 친구로 지내자.(uri geunyang ch’inguro jinaeja)
    kita temenan aja!
    28. 집에 바래다줄게.(jibe baraedajulke)
    kita ketemu dirumah.
    29. 아이고, 진짜 웃긴다.(aigo jinjja utjinda)
    ini sangat bodoh/menggelikan!
    30. 당당하게 살아라.(dangdanghake sarara)
    tegar lah!
    31. 머리를 좀 써봐.(morirul jom sseobwa)
    pake kepalamu.
    32. 왜 사니?(wae sani?)
    lagi mikir apa sih?
    33. 너무 기뻐 죽겠어요.(nomu kibeo jukketseoyo)
    saking senengnya sampe mo mati.
    34. 그냥….(geunyang…)
    hanya/cuma……. (그냥 전화 했어. 그냥 왔어)(keunyang jonhwahaetso. Keunyang watseo)
    35. 가위, 바위, 보.(kawi, bawi, bo)
    kertas, batu, gunting(seperti permainan suit)
    36. 왕입니다요(wang ibnidayo)
    kau lah orangnya.
    37. 내게 행운을 빌어 줘.(naege haengeureul bireo jwo)
    doain aku beruntung.
    38. 네가 보고싶어 죽겠어.(nega bogosipho jugketsso)
    gw rindu berat!
    39. 어머, 부끄러워.(omo, bukkeurowo)
    ya ampun, malu banget.
    40. 너, 철 좀 들어라!(no, ch’ol jom deuleora!)
    berlakulah sesuai umurmu!
    41. 나이 값을 좀 해라.(nai kabseul jom haera)
    berlakulah sesuai umurmu!
    42. 늦었다고 생각할 때가 가장 빠를 때다.(neut otdago saenggakhal ddaega kajang ppareul ddaeda)
    lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
    43. 김밥 옆구리 터지는 소리 하고있네!(kimbab yeobguri thojineun sori hagoitne)
    itu sangat menggelikan!
    44. 걱정 마. 내가 있잖아.(geogjongma, itjanna)
    aku ada disampingmu.
    45. 안타깝게도…(anthakkabgedo)
    dengan sangat menyesal,…
    46. 말도 안 되는 소리야.(maldo andwineun soriya)
    gak masuk akal.
    47. 사랑이 식었구나(sarangi sigottguna)
    cinta itu telah hilang.
    48. 모든 게 귀찮아.(modeun ke gwichanah)
    semuanya butuh perjuangan.
    49. 그는 앞뒤가 꽉 막혔어.(geuneun aphdwiga gwak maghyotso)
    dia orang yg keras kepala.
    50. 난 타고난 체질이야.(nan thagonan ch’ejiliya)
    aku terlahir untuk ini.


Kata Dasar Bahasa Korea

Ucapan
Annyeong Haseyo : Selamat Pagi ,Siang ,Sore ,Malam (Apa kabar) *informal. Annyeong Hasimnikka : Selamat Pagi ,Siang ,Sore ,Malam (Apa kabar) *formal

Bulan
1월 [irwol]bulan Januari
2월 [iwol]bulan Pebruari
3월 [samwol]bulan Maret
4월 [sawol]bulan April
5월 [owol]bulan Mei
6월 [yuwol]bulan Juni
7월 [chirwol]bulan Juli
8월 [parwol]bulan Agustus
9월 [guwol]bulan September
10월 [siwol]bulan Oktobe
 11월 [sibirwol]bulan Nopember
12월 [sibiwol]bulan Desember
   
Kata Ganti Orang
Saya –> 저 (Jho)
Aku –> 나 (Na)
Anda –> 당신 (Dhangshin)
Kamu –> 노 (No)
Dia –> 그 (Gheu)
Mereka –> 그들 (Gheudheul)
Kami –> 우리 (Uri)
Kita –> 우리들 (Uridheul)
Keluarga –> 가족 (Ghajok):
Ayah –> 아버지 (Abheojhi)
Ibu –> 어머니 (Eomeoni)
Adik Laki2 –> 남동생 (Namdhongshaeng)
Adik Perempuan –> 여동생 (Yeodongshaeng)
Kakak Laki2 (untuk adik laki2) –> 형 (Hyeong)
Kakak Laki2 (untuk adik perempuan) –> 오빠 (Oppa)
Kakak Perempuan (Untuk adik laki2) –> 누나 (Nuna)
Kakak Perempuan (untukadik perempuan) –> 언니 (Eonni)
Paman –> 삼촌 (Shamchon)
Bibi –> 숙모 (Shungmo)
Pakde (Uwak laki2) –> 큰아버지 (Kheunabeojhi)
Bude (Uwak perempuan) –> 큰어머니 (Kheuneomoni)
Kakek –> 할아버지 (Harabheojhi)
Nenek –> 할머니 (Halmeoni)
Sepupu –> 사촌 (Shachon)
Kakak Ipar laki2 –> 매형 (Maehyeong)
Kakak Ipar Perempuan –> 매부 (Maebhu)
Adik Ipar –> 시동생 (Shidongshaeng)
Bapak Mertua –> 시아버지 (Shiabheojhi)
Ibu Mertua –> 시어머니 (Shieomeoni)

6 Benua
아시아 [asia] Asia
유럽 [yureop] Eropa
북미(북아메리카) [bungmi (bugamerika)] Amerika Utara
남미(남아메리카) [nammi (namamerika)] Amerika Latin
오세아니아 [oseania] Oseania
아프리카 [apeurika] Afrika

Olahraga
축구 [chukku] sepak bola
야구 [yagu] base ball
탁구 [takku] tenis meja
테니스 [tenisseu] tenis
볼링 [bolling] bowling
당구 [danggu] bilyard
수영 [suyeong] berenang
달리기 [dalligi] atletik
마라톤 [maraton] maraton
승마 [seungma] menunggang kuda
체조 [chejo] senam
하키 [haki] hoki
핸드볼 [haendeubol] bola tangan
배드민턴 [baedeuminteon] bulu tangkis
양궁 [yanggung] memanah
골프 [golpeu] golf

4 musim
봄 [bom] musim semi
여름 [yeoreum] musim panas
가을 [ga-eul] musim gugur
겨울 [gyeo-ul] musim dingin

Rekreasi
등산 [deungsan] pendakian gunung
낚시 [nakssi] memancing ikan
달리기 [dalligi] atletik
영화감상 [yeong-hwa gamsang] menonton film
음악감상 [eumak gamsang] mendengarkan musik
여행 [yeohaeng] perjalanan
우표수집 [upyo sujip] koleksi perangko
TV 시청 [TV sicheong] menonton TV
그림 그리기 [geurim geurigi] melukis
사진촬영 [sajin chwaryeong] memotret

Waktu
한 시 [hansi] pukul satu
두 시 [dusi] pukul dua
세 시 [sesi] pukul tiga
네 시 [nesi] pukul empat
다섯 시 [daseossi] pukul lima
여섯 시 [yeoseossi] pukul enam
일곱 시 [ilgopssi] pukul tujuh
여덟 시 [yeodeolssi] pukul delapan
아홉 시 [ahopssi] pukul sembilan
열 시 [yeolssi] pukul sepuluh
열한 시 [yeolhansi] pukul sebelas
열두 시 [yeoldusi] pukul duabelas
한시 반 [hansi ban] pukul setengah dua
두시 이십분 [dusi isippun] pukul dua lewat dua puluh
세시 삼십분 [sesi samsippun] pukul tiga lewat tiga puluh
네시 사십분 [nesi sasippun] pukul empat lewat empat puluh
다섯시 오십분 [daseossi osippun] pukul lima lewat lima puluh
30 menit : samsippun

Jenis pekerjaan
학생 [haksaeng]pelajar
공무원 [gongmuwon]pegawai pemerintah
의사 [uisa]dokte
간호사 [ganhosa]juru rawat
약사 [yaksa]apoteker
엔지니어 [enjinieo]teknisi
변호사 [byeonhosa) pengacara
검사 [geomsa]jaksa
사업가 [sa-eopga]pengusaha
회사원 [hoesawon]karyawan

Angka I
일 [il]satu
이 [i]dua
삼 [sam]tiga
사 [sa]empat
오 [o]lima
육 [(r)yuk]enam
칠 [chil] tujuh
팔 [pal]delapan
구 [gu]sembilan
십 [sip]sepuluh
백 [baek] seratus
천 [cheon]seribu
만 [man]sepuluh ribu
십만 [simman]seratus ribu
백만 [baengman]satu juta
천만 [cheonman]sepuluh juta
억 [eok]seratus juta

Angka II
하나 [hana] satu
둘 [dul] dua
셋 [set] tiga
넷 [net] empat
다섯 [daseot] lima
여섯 [yeoseot] enam
일곱 [ilgop] tujuh
여덟 [yeodeolp] delapan
아홉 [ahop] sembilan
열 [yeol] sepuluh
한 시간 [han sigan] satu jam
두 시간 [du sigan] dua jam
세 시간 [se sigan] tiga jam
네 시간 [ne sigan] empat jam
다섯 시간 [daseot ssigan] lima jam

Makanan
계란 후라이 [gyeran hurai] telor dadar
샌드위치 [sendeuwichi] sandwich
햄 [haem] ham
수프 [supeu] sup
죽 [juk] bubur
치즈 [chijeu] keju
밥과 국 [bapkkwa guk] nasi dan sup
반찬 [banchan] lauk pauk
불고기 [bulgogi] Bulgogi
비빔밥 [bibimbap] Bibimbap
갈비 [galbi] daging iga sapi (Galbi)
냉면 [naengmyeon] mi dingin
김치 [gimchi] Gimchi
삼계탕 [samgyetang] sup daging ayam ginseng
Bab : Nasi
잡채 [japchae] capjai
빈대떡 [bindaetteok] martabak goreng
된장 [doenjang] taucho
고추장 [gochujang] sambal
나물 [namul] slada Korea
한과 [hangwa] kue Korea
떡 [tteok] kue

Bermacam-macam rasa
맵다 [maeptta] pedas
싱겁다 [singgeoptta] rasa hambar
짜다 [jjada] asin
쓰다 [sseuda] pahit
달다 [dalda] manis
시다 [sida] asam
뜨겁다 [tteugeoptta] panas
시원하다 [siwonhada] segar
맛있다 [masitta] enak
맛없다 [madeoptta] tidak enak
배고프다 [baegopeuda] lapar
배부르다 [baebureuda] kenyang

Minuman
커피 [keopi] kopi
사이다 [saida] sari buah
콜라 [kola] coca-cola
녹차 [nokcha] teh hijau
주스 [jusseu] air jus
Mul : Air

Negara-negara
한국 [Han-guk] Korea (Republik Korea)
독일 [Dogil] Jerman
미국 [Miguk] Amerika Serikat
러시아 [Reosia] Rusia
말레이시아 [Maleisia] Malaysia
모로코 [Moroko] Maroko
스위스 [Seuwisseu] Swis
스페인 [Seupein] Spanyol
아르헨티나 [Areuhentina] Argentina
영국 [Yeongguk] Inggris
오스트리아 [Oseuteuria] Austria
인도네시아 [Indonesia] Indonesia
이집트 [Ijipteu] Mesir
일본 [Ilbon] Jepang
중국 [Jung-guk] Republik Rakyat Cina
칠레 [Chille] Cile
프랑스 [Purangsseu] Perancis
호주 [Hoju] Australia

Kota-kota
서울 [Seoul] Seoul
도쿄 [Dokyo] Tokio
워싱턴 [Wosingteon] Washington
뉴욕 [Nyuyok] New York
북경 [Bukkyeong] Beijing
상하이 [Sang-hai] Syanghai
파리 [Pari] Paris
베를린 [Bereullin] Berlin
런던 [Londeon] London
카이로 [Kairo] Kairo
부에노스아이레스 [Buenosseu-airesseu] Buenos Aires
마드리드 [Madeurideu] Madrid
모스크바 [Moseukeuba] Moskow
자카르타 [Jakareuta] Jakarta
빈 [Bin] Wina
제네바 [Jeneba] Jenewa
요하네스버그 [Yohanesbeogeu] Yohannesburg
테헤란 [Teheran] Teheran
예루살렘 [Yerusallem] Jerusalem

Arah dan mencari jalan
똑바로 가다 [ttokpparo gada] terus berjalan
오른쪽으로(왼쪽으로) 가다 [oreunjjogeuro(oenjjogeuro) gada] berjalan ke sebelah kanan (berjalan ke sebelah kiri)
횡단보도를 건너다 [hoengdanbodoreul geonneoda] menyeberangi jalan penyeberangan
돌아가다 [doragada] kembali
옆 [yeop] sebelah
앞 [ap] depan
뒤 [dwi] belakang
우측 [ucheuk] sebelah kanan
좌측 [jwacheuk] sebelah kiri
정면 [jeongmyeon] depan
Jalan bawah tanah : Jihado

Kendaraan
버스 [beosseu] bus
택시 [taekssi] taksi
승용차 [seung-yongcha] sedan
기차 [gicha] kereta api
지하철 [jihacheol] kereta listrik bawah tanah
자전거 [jajeon-geo] sepeda
오토바이 [otobai] sepeda motor
비행기 [bihaenggi] pesawat terbang
헬리콥터 [hellikopteo] helikopter
배 [bae] kapal laut

Baju-baju
속옷 [sogot] pakaian dalam
팬티 [paenti] celana dalam
브래지어 [beuraejieo] BH
겉옷 [geodot] pakaian
내의 [naeui] baju dalam
윗도리 [wittori] pakaian atas
티셔츠 [tisyeocheu] T-shirt
블라우스 [beulausseu] blus
바지 [baji] celana
치마(스커트) [chima (seukeoteu)] rok
스웨터 [seuweteo] switer
코트 [koteu] mantel
정장 [jeongjang] jas
반바지 [banbaji] celana pendek
수영복 [suyeongbok] baju renang
비옷 [biot] jas hujan
Kaus kaki : Yangmal

Warna-warna
흰색 [hinsaek] warna putih
검은색 [geomeunsaek] warna hitam
빨간색 [ppalgansaek] warna merah
노란색 [noransaek] warna kuning
파란색 [paransaek] warna biru
초록색 [chorokssaek] warna hijau
연두색 [yeondusaek] warna hijau muda
보라색 [borasaek] warna ungu
갈색 [galssaek] warna coklat
Orange : juhwangsaek
Biru tua : namsaek
Abu-abu : hwisaek
Biru muda : cheongsaek
Emas : geumsaek
Perak : eunsaek

Kata-kata di kantor pos
소포 [sopo] paket
편지 [pyeonji] surat
엽서 [yeopsseo] kartu pos
우표 [upyo] perangko
등기 [deunggi] pos tercatat
속달 [sokttal] pos kilat
특급우편 [teukkeup-upyeon] pos khusus
배달 [baedal] pengantaran
상자 [sangja] kotak
연하장(크리스마스 카드) [yeonhajjang(keuriseumaseu kadeu)] kartu tahun baru (kartu hari natal)
우편배달부 [upyeonbaedalbu] tukang pos

Obyek wisata di Korea
제주도 [Jejudo] Pulau Jeju
한라산 [Hallasan] Gunung Halla
백두산 [Baekdusan] Gunung Beakdu
금강산 [Geumgangsan] Gunung Keumgang
경주 [Gyeongju] Gyeongju
설악산 [Seoraksan] Gunung Seorak
지리산 [Jirisan] Gunung Jiri
한려수도 [Hallyeosudo] Hallyeosudo
용인 민속촌 [Yongin Minsokchon] Kampung Tradisional Yongin
석굴암 [Seokguram] Seokkuram
불국사 [Bulguksa] Kuil Bulguk
첨성대 [Cheomseongda] Cheomseungdae
안압지 [Anapji] Anapji
경복궁 [Gyeongbokgung] Istana Gyeongbok
덕수궁 [Deoksugung] Istana Deoksu
국립박물관 [Gungnip-bangmulgwan] Museum Nasional

Perhitungan hari
하루 [haru] satu hari
이틀 [iteul] dua hari
사흘 [saheu] tiga hari
나흘 [naheul] empat hari
닷새 [dassae] lima hari
엿새 [yeossae] enam hari
이레 [ire] tujuh hari
여드레 [yeodeure] delapan hari
아흐레 [aheure] sembilan hari
열흘 [yeoreul] sepuluh hari


Nama-nama tempat
Rumah sakit : byeongwon
Apotek : yakguk
Salon kecantikan : mijangwon
Pemandian umum : mogyoktang
Bank : eunhaeng
Tempat penyewaan : daeyeojeom
Laundry : setakso
Toko : gage
Pasar : sijang
Supermarket : syupeo
Department store : baekwajeom
Toko buku : seojeom
Restaurant : sikdang/eumsikjeom
Bakery : jegwajeom
Pom bensin : juyuso
Toko peralatan rumah tangga : gagujeom
Bioskop : geukjang/yeonghwangwan
Penginapan : yeogwan
Hotel : hotel
Motel : motel
Bar : suljip
Lapangan olahraga : undongjang
Tempat bermain : noriteo
Tempat parkir : juchajang
Kolam renang : suyeongmajang
Kantor polisi : gyeongchalseo
Penjara : gyodoso
Airport : gonghang
Stasiun kereta api : gichayeok
Perpustakaan : doseogwan
Museum : bangmulgwan
Museum seni : misulgwan
Stasiun tv : bangsongguk
Taman : gongwon
SMA : godeunghakgyo
University : daehakgyo
Apartment : apateu
Gunung : san
Gedung pusat : bongwan
Jib : Rumah
Toko serba ada : Baekhwajeom

Kata Tanya
Mwo : Apa?
Wae (yo-waeyo) : Kenapa?
Nugu : Siapa?
Onje : Kapan?
Odi : Dimana?
Eotteokhe : Bagaimana?